itu masih dalam batas normal, tapi ada beberapa catatan teknis yang perlu kamu pahami biar jelas.
1) Konsumsi daya ≥32 watt (Starlink Gen 2)
Untuk Starlink Gen 2 Dish, pola konsumsi listrik memang tidak konstan. Secara umum:
- Idle / kondisi ringan: ±30–50 watt
- Pemakaian normal: ±40–70 watt
- Saat tracking satelit / cuaca buruk / upload tinggi: bisa 70–100+ watt
Kalau punyamu jarang turun di bawah 32 watt, itu masih normal, dengan kemungkinan kondisi:
- Dish terus aktif tracking (tidak pernah benar-benar idle)
- Ada trafik background (update, sync, dll)
- Lokasi sinyal fluktuatif → dish kerja lebih keras
- Router/dish tidak pernah masuk low-power state
Kalau stabil di angka 32–40 watt, justru itu cukup efisien, bukan masalah.
2) Bunyi “nging” halus di dish
Bunyi ini juga umumnya normal, selama karakteristiknya seperti ini:
- Pelan (harus didekati baru dengar)
- Tidak kasar / tidak bergetar keras
- Tidak berubah jadi bunyi “klik”, “gerinda”, atau “ketok”
Sumber bunyi biasanya:
- Komponen elektronik internal (coil whine)
- Motor kecil untuk alignment (tracking satelit)
- Power regulation di dalam dish
Kapan dianggap tidak normal?
Mulai perlu waspada kalau:
- Suara makin keras dari hari ke hari
- Dish terasa panas berlebihan
- Konsumsi daya tiba-tiba melonjak terus (>80–100 watt stabil)
- Koneksi drop / sering reconnect
- Ada getaran fisik terasa di tiang/dish
Kesimpulan cepat:
- 32 watt ke atas = normal untuk Gen 2
- Bunyi “nging” tipis = normal (selama halus dan stabil)