Topologi yang dipakai
Starlink (modem/dish) β LAN β Ruijie (router utama) β user
1. Aktifkan Mode Bypass di Starlink
Kalau pakai router bawaan Starlink:
- Buka aplikasi Starlink App
- Masuk ke menu Settings
- Cari Bypass Mode
- Aktifkan β Starlink akan restart
π Efeknya:
- WiFi Starlink mati
- DHCP/NAT dari Starlink nonaktif
- IP publik langsung dilempar ke router (Ruijie)
2. Koneksi Fisik (LAN)
- Pakai kabel LAN dari:
- Port Ethernet Adapter Starlink β ke Port WAN Ruijie
π Catatan:
- Kalau Starlink Gen 2: wajib pakai Ethernet Adapter
- Kalau Starlink Gen 3 / terbaru: biasanya sudah ada LAN port
3. Setting WAN di Ruijie
Masuk ke dashboard Ruijie (biasanya 192.168.110.1 atau 192.168.1.1)
Konfigurasi:
- WAN Type: DHCP (Dynamic IP)
- Jangan pakai PPPoE
- Jangan static
π Setelah connect:
- Ruijie akan dapat IP publik (atau CGNAT IP dari Starlink)
- Internet langsung jalan
4. Optimasi (WAJIB kalau buat RT/RW Net)
Supaya stabil dan gak βlag padahal speed tinggiβ:
a. MTU
- Set di Ruijie: MTU 1500
- Kalau mau fine tuning: 1472β1500 (tergantung hasil ping test)
b. DNS
- Gunakan:
- 1.1.1.1 (Cloudflare)
- 8.8.8.8 (Google)
c. QoS / Smart Queue
- Aktifkan QoS
- Prioritaskan:
- Gaming (UDP)
- VoIP / Zoom
- Batasi per user kalau banyak klien
5. Cek Status (Validasi)
Di Ruijie:
- WAN IP harus terisi
- Ping ke 8.8.8.8 harus reply
- Speedtest harus jalan
β οΈ Masalah Umum
- Tidak dapat IP di Ruijie
- Pastikan bypass mode aktif
- Coba restart Starlink + Ruijie
- Internet ada tapi lemot
- Cek QoS
- Cek interferensi WiFi
- Cek jumlah user overload
- Masih double NAT
- Berarti bypass belum aktif
- Atau masih pakai WiFi Starlink
π Tips Pro (biar setup kamu βkelas RT/RW Net seriusβ)
- Tambahkan MikroTik RouterOS kalau mau:
- Load balancing
- Advanced queue
- Monitoring trafik
- Gunakan access point terpisah (jangan dari router utama saja)